Ngiring ngantosang sekejap...
Sang buah hati, kini genap tigang sasih usianya —
kami mengundang doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i
Om Swastyastu
Ida Sang Hyang Widhi Wasa sampun mapaica sinar suci-Nyane ring pianak titiange. Sinambi ngaturang rasa angayubagia, titiang ngaturang undangan sane pinih tulus majeng ring Bapak/Ibu/Saudara/i, mangda prasida ledang rauh ngaturang pangayah bhakti lan doa pangestu ring upacara Tigang Sasih (Nelu Bulanin) putra kami.
“Devan bhavayatanena te deva bhavayantu vah parasparam bhavayantah sreyah param avapsyatha”
Dengan ini (Yadnya), kami berbakti kepada Hyang Widhi dan dengan ini pula Hyang Widhi memelihara dan mengasihi kamu. Dengan saling memelihara satu sama lain, kamu akan mencapai kebaikan yang maha tinggi.
Dalam tradisi Hindu Bali, upacara Nelu Bulanin dilaksanakan tatkala sang bayi genap berusia tiga bulan menurut pawukon. Upacara ini menjadi penanda syukur keluarga, sekaligus permohonan restu agar sang buah hati senantiasa dijaga, disucikan, dan dituntun dalam kehidupannya.
Pada momen inilah nama sang anak resmi diperkenalkan kepada sanak keluarga dan sameton, sebagai wujud doa dan harapan yang dititipkan bersama nama tersebut.
Undangan Tulus Kami
Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu.
Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.
Ucapan Anda akan terlihat oleh tamu undangan lainnya.
Memuat ucapan...